Menurut Pasek, SBY tidak risau dengan keikutsertaannya dalam PPI.
ddd
Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Swardika, meski dia tetap menjadi kader Partai Demokrat, namun tak ada salahnya juga dia juga bergabung dengan ormas PPI.( ANTARA/Wahyu Putro)
VIVAnews - Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Swardika, menegaskan bahwa dalam konstitusi dan aturan partai, tidak ada aturan yang melarang seorang kader partai ikut organisasi massa tertentu. Sehingga, tak ada alasan partainya melarang dia untuk bergabung dengan ormas bentukan Anas Urbaningrum, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).
"Malah kita didorong untuk ikut mengawal program pemerintah. Jangankan saya dengan Anas, banyak sekali yang ikut HKTI," kata Pasek di Gedung DPR, Selasa 17 September 2013.
Sehingga, kata dia, tak ada alasan juga jika partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu risau dirinya bergabung dengan ormas milik Anas.
"Yang risau itu yang di bawah, Pak SBY enggak. Pak SBY kan Demokrat sejati. Ini ormas suka-suka, kecil-kecil, masak bikin risau orang yang besar-besar. Kemarin ke sana sebagai pribadi," ujar dia.
Menurut Pasek, ormas PPI melibatkan semua partai yang memiliki hobi yang sama. Sehingga tak benar jika ormas ini hanya berisi loyalis-loyalis Anas.
"Seluruh anggota DPR dan MPR ini diajarkan untuk sosialisasi 4 Pilar, kalau ada anggota DPR yang ngomong celometan soal aturan itu, jangan jadi anggota DPR, malu-maluin itu," kata dia.
Pasek mengatakan, meski dia tetap menjadi kader Partai Demokrat, namun tak ada salahnya juga dia juga bergabung dengan ormas PPI.
"Partai saya ikut SBY, ormas saya ikut Anas. SBY guru politik saya, Anas guru ormas saya," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan loyalis Anas lainnya, Saan Mustofa, meski hadir dalam acara deklarasi itu, tapi dirinya mengaku belum diajak bicara soal kepengurusan PPI.
"Saya hanya memenuhi undangan saja, belum diajak bicara soal kepengurusan, belum dibentuk," katanya.
Saan menegaskan, seharusnya kader partai Demokrat lain tak perlu khawatir soal ormas bentukan Anas ini. Sebab, ormas PPI ini hanya memfasilitasi orang-orang yang memiliki potensi untuk berkarya.
"Anas sudah menegaskan, organisasi ini bukan untuk balas dendam, ini lebih ke politik sosial, tidak ada kaitannya dengan politik," tegasnya. (eh)
0 komentar:
Posting Komentar